Write to China 2018

Bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok di Jakarta, FPCI kembali menggelar kontes menulis esai. Kontes ini menargetkan mahasiswa Indonesia yang cemerlang, berusia antara 18 hingga 25 tahun untuk menyampaikan pemikirannya mengenai Tiongkok dan/atau hubungan bilateral antara Indonesia dan Tiongkok.

Pada tahun 2017, 20 pemenang Write to China telah menjalani serangkaian kegiatan di Provinsi Fujian, Tiongkok dan empat kota besar di Indonesia. Program tahun lalu juga diikuti oleh 20 mahasiswa asal Tiongkok, didampingi perwakilan pemerintah pusat kedua negara, dan media. Para pemenang mendapat kesempatan untuk mengikuti kelas di beberapa universitas, berdialog dengan wakil pemerintahan, serta mendapatkan pengalaman dengan berkunjung ke situs situs budaya dan sejarah yang ada di Tiongkok dan Indonesia.

Tahun ini, kesempatan emas bagi mahasiswa Indonesia untuk berpartisipasi dalam diplomasi people-to- people antara Indonesia dan Tiongkok kembali terbuka! Untuk mengikuti kontes menulis esai ini, kamu hanya perlu mengirimkan esai terbaikmu sesuai dengan tema “Bagaimana Pendapatmu sebagai Pemuda Indonesia mengenai Tiongkok dan Hubungan Bilateral antara Indonesia dan Tiongkok.” Kamu bebas memilih topik penulisan, misalnya kamu bisa menulis pemikiranmu dari segi ekonomi, politik, sosial, budaya, atau topik lainnya selama topik tersebut sesuai dengan tema di atas. Esai harus ditulis sepanjang 1000 2000 kata dalam Bahasa Inggris.

Selagi menunggu pengumuman pemenang, harap diperhatikan bahwa kamu harus memiliki paspor yang berlaku sekurang-kurangnya sampai November 2018, terutama jika kamu terpilih sebagai pemenang. Panitia tidak bertanggung jawab untuk mengurus paspor kamu. Akan tetapi, permohonan visa dan biaya perjalanan tidak akan dibebankan kepada pemenang. Jika esaimu telah selesai, segera lengkapi formulir pendaftaran yang tersedia di tautan bit.ly/writetochina18. Setelah itu, kirim esai terbaikmu dalam format Words (.docs) ke email writetochina@fpcindonesia.org sebelum 28 Februari 2018.